Children of God

Children of God

Sabtu, 11 Februari 2012

Kepada Adikku

Malam ini kumanjakanmu dengan doaku
Dalam rindu yang kubingkai jadi selimutmu
Biar waktu berlari mengejar pagi
Dan aku menantimu bersama mentari kembali

Selamat tidur kekasih
Aku lupa jika kau pelangi di musim semi
Yang selalu menebar warna-warni
Untuk bunga-bunga yang rinai

Kau telah menyisahkan kenangan dan hati
Dari aku hingga menelusup sampai ke nadi
Akan kubawa sampai mati
Selamat tidur kekasih


            Langit mulai redup, matahari semakin kelabu, dan udara kian mendung. Di depan dering klakson, antara sebentar terdengar kicau burung, sesekali keruyuk ayam, nyaring gema adzan, dan bias-bias temarap cahaya rumah kita kulihat dari kejauhan. Gemericik air kali menghiasi suasana perjalanan melewati hari-hari. Kadang-kadang angin menderu deras menyelinap masuk menghempaskan seisi rumah kita. Rumput-rumput liar memagari halaman rumah.
            Kepada adikku yang manis, itulah catatan bagaimana suasana keluarga kita. Jika saja kakak punya uang halaman rumah akan kupagari besi. Kelok warna-warni bebungaan akan menghiasi pandang mata. Di teras akan disambut melodi burung-burung. Di dalam rumah akan kupajang nama Tuhan. Kusediakan telor, daging, susu, roti, selai, permen di dalam kulkas. Udara sejuk pantai akan kupindah ke dalam rumah. Itu semua kalau saja kakak punya uang. Setidaknya agar bapak, ibu, dan adik-adikku merasa betah di rumah. Karena di luar udara panas sekali, kalaupun hujan selalu disertai petir, dan orang-orangnya selalu sibuk memanfaatkan kebaikan atau kebodohan orang lain demi ambisinya.
            Wahai adikku sayang yang mulai dewasa, maafkan kakak jika menulis catatan ini dengan perumpamaan. Seperti yang kau ketahui  kakak lebih memilih membisu termasuk juga dalam hal ini, paling tidak agar kau mengetahui dengan sendirinya apa maksud kakak. Jika sudah dewasa nanti kakak tidak berharap kau jadi orang besar, tapi jadilah orang yang berguna saja setidaknya untuk bapak, ibu, kakak, dan adikmu juga pada orang lain jika memang bisa.
            Hati-hati, jaga diri, dan jadilah baik keluarga di rumah begitu menyanyangimu. Bagaimanapun kamu, aku akan selalu menyayangimu. Selamat berjuang adikku yang manis nan cantik! Selamat ulang tahun, doa kakak selalu tercurahkan untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar